5 Persiapan Penting Sebelum Traveling ke Eropa

Demi kelancaran dan kenyamanan agenda traveling Eropa Anda, sebaiknya mempersiapkan semua keperluan jauh-jauh hari. Sehingga agenda liburan tidak terganggu dengan hal-hal kecil yang sebenarnya bisa dikerjakan sebelumnya.

Membuat checklist akan mempermudah pengumpulan keperluan. Mencegah kelupaan serta mempercepat proses persiapan. Di bawah ini adalah 5 checklist penting yang bisa mempersingkat persiapan liburan Anda.

Persiapan Penting sebelum Traveling Eropa

Persiapan yang harus dilakukan meliputi berbagai hal. Mulai dari dokumen perjalanan hingga keperluan pribadi. Supaya tidak ada yang terlewat di bawah ini adalah 5 daftar checklist pentingnya.

1.      Dokumen Perjalanan

        Paspor

Sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri, terlebih dahulu paspor. Syarat wajib ini bisa Anda buat terlebih dahulu di kantor imigrasi jika belum memiliki. Biasanya paspor akan terbit 3 hari setelah pengajuan dengan melalui beberapa tahapan didalamnya.

Saat ini sudah lebih mudah karena tersedia e-paspor. Jika Anda memiliki e-paspor ini selain pembuatannya mudah, juga memudahkan pada saat pemeriksaan di imigrasi Negara tujuan liburan.

Bagi yang sudah memiliki paspor, perhatikan masa berlaku dan kondisi halaman didalamnya. Usahakan belum penuh, dan masa berlaku setidaknya sampai 6 bulan ke depan supaya traveling Eropa tidak tertunda.

        Visa

Selanjutnya adalah Visa, sebagai izin berkunjung ke negara tujuan. Pembuatannya langsung dengan mengunjungi laman Kedubes negara tujuan. Visa untuk melakukan traveling Eropa adalah Visa Schengen.

Siapkan visa minimal tiga minggu sebelum keberangkatan. Pengajuannya sendiri bisa dilakukan 3 bulan sebelum keberangkatan. Ada berbagai syarat yang perlu dipenuhi dalam pengajuan visa, Anda harus mempelajarinya supaya tidak keliru dan harus mengulang.

Lebih mudah prosesnya jika Anda traveling Eropa menggunakan jasa tour, sebab biasanya sudah ditangani oleh tim mereka. Dipastikan dokumen ini sudah siap sebelum keberangkatan karena prosesnya bisa lebih cepat.

        Tukar Mata Uang

Jangan lupa untuk menukarkan mata uang. Tentunya Anda juga ingin menghabiskan waktu liburan Eropa dengan menikmati berbagai kuliner dan membeli cinderamata khas Negara tujuan bukan.

Anda bisa memantau pergerakan kurs mata uang dan nilai tukar rupiah terhadap Euro. Euro adalah satuan mata uang yang dipakai mayoritas Negara-negara Eropa. Saat kurs turun, segera lakukan pembelian.

Namun perlu diketahui bahwa jika membawa uang tunai, maksimal yang diperbolehkan adalah €10.000. Jika berencana melakukan belanja lebih dari itu dan ingin membawa dalam bentuk uang fisik, maka Anda harus melapor ke Badan Bea Cukai setempat.

2.      Itinerary

Itinerary merupakan salah satu kunci sukses traveling Eropa. Anda tidak akan kehabisan waktu untuk memikirkan destinasi yang akan dituju selanjutnya. Checklist penting ini bisa Anda buat berdasarkan rute paling dekat dengan bantuan peta wisata Negara tujuan.

Penyusunan daftar destinasi dan alokasi waktu selama mengunjungi perlu disesuaikan dengan musim. Sebab tidak semua destinasi wisata dibuka saat memasuki atau selama musim tertentu. Jadi jangan sampai waktu perjalanan sia-sia karena kurang informasi mengenai hal ini.

Daftar tujuan wisata ini juga nantinya akan ditanyakan pada saat berada di bagian imigrasi. Anda perlu memberikan keterangan sejelas mungkin dan rinci. Mulai dari hari, jam, serta lokasi yang akan dikunjungi supaya pemeriksaan di bagian imigrasi lancar.

Jika Anda menggunakan jasa agen travel, itinerary ini biasanya sudah disediakan berupa paket perjalanan. Peserta yang ingin ikut dipersilakan untuk memilih paket mana sesuai budget dan jadwal.

Ini lebih mudah, terutama bagi Anda yang baru pertama kali ingin traveling Eropa. Tidak perlu repot mencari informasi obyek wisata. Termasuk estimasi waktu kunjungan dan jadwal berangkat dari hotel semua sudah diperhitungkan dengan matang.

3.      Akomodasi

        Tiket perjalanan

Tiket pesawat pergi dan pulang adalah syarat wajib liburan Anda ke Eropa. Karena saat ini tidak memungkinkan jika ingin liburan menggunakan transportasi laut, mengingat alokasi waktu perjalanan yang panjang.

Tiket ini selain mengantarkan Anda ke Negara tujuan juga jadi salah satu syarat pengajuan visa Schengen. Selanjutnya, perlu juga dipertimbangkan sistem transportasi pilihan saat berplesiran di negara-negara Eropa.

Sebagai pendatang, penting untuk mempelajari jenis transportasi beserta rute selama perjalanan. Beberapa negara Eropa memiliki sistem transportasi gratis seperti bus kota yang bisa dinaiki pada jam-jam tertentu.

Perhatikan juga alat pembayaran yang berlaku saat menggunakan moda transportasi. Sebab ada Negara dan kota yang angkutannya tidak menerima pembayaran tunai. Umumnya justru menerima pembayaran menggunakan kartu kredit.

Bagaimana jika tidak memiliki kartu kredit? Cari informasi jaringan debit card yang ada di Negara tujuan. Seperti Visa dan Mastercard, jika Anda memilikinya bisa juga diandalkan. Alternatif lain adalah menyewa kendaraan pribadi agar lebih praktis.

        Penginapan

Jika menggunakan jasa agen, hotel biasanya sudah ditentukan. Anda bisa mengetahui pilihannya berupa nama, lokasi, kredibilitas dan fasilitas didalamnya. Tapi jika merencanakan traveling Eropa mandiri, ada beberapa hal perlu diperhatikan.

Pertama adalah waktu liburan, jika selama Peak Season biasanya penginapan banyak yang penuh. Hal ini dikarenakan melonjaknya permintaan dari wisatawan berbagai Negara bahkan wisatawan domestik.

Agar tidak kehabisan, maka perlu memesan jauh hari secara online. Umumnya paling banyak digunakan adalah hotel dengan alternatif homestay. Jika memilih hotel, paling ideal adalah yang dekat dengan tujuan wisata.

Tips memesan secara online adalah, pastikan nama pemesan sesuai paspor supaya mudah saat check in. Bukti pemesanan penginapan ini juga jadi salah satu syarat pengajuan visa kunjungan ke Negara Eropa, maka segera persiapkan secepatnya jika ingin liburan lancar.

4.      Kebutuhan Pribadi

        Pakaian

Eropa mayoritas negaranya memiliki empat musim yaitu, musim dingin, semi, panas, dan gugur. Informasi ini penting untuk menentukan kapan waktunya berlibur. Jika dalam periode musim dingin, artinya perlu membawa pakaian hangat untuk adaptasi.

Jika demikian, maka akan banyak ruang untuk pakaian yang rata-rata lebih tebal. Anda harus pikirkan pengelolaannya agar tidak membebani, namun tetap bisa berlibur dengan nyaman di destinasi impian.

Sebaliknya, apabila jadwal traveling Eropa selama periode musim panas, bawa pakaian paling nyaman. Hindari menggunakan warna hitam saat berada di luar ruangan supaya tidak cepat kepanasan.

Anda bisa menggunakan pakaian tertutup namun bahan tipis. Sehingga menghalau paparan sinar matahari langsung, namun tetap nyaman karena sirkulasi udara lebih lancar.

Selain pakaian, alas kaki juga perlu dipertimbangkan. Selama traveling Eropa pada periode musim panas ada baiknya menggunakan sepatu sport. Anda lebih leluasa menjelajah tiap sudut kota hanya dengan berjalan kaki.

Selama musim dingin, sepatu boot paling dianjurkan. Melindungi kaki Anda khususnya dari dinginnya salju selama berjalan kaki di obyek wisata pilihan. Namun paling penting adalah memilih alas kaki paling nyaman dipakai selama menghabiskan waktu di lokasi tujuan wisata.

        Makanan dan Obat-Obatan

Khususnya bagi muslim, perlu mencari informasi lengkap mengenai makanan halal di Negara tujuan traveling Eropa. Anda bisa juga menghemat anggaran konsumsi dengan membawa cemilan instan dari rumah.

Minimal, bisa dikonsumsi selama perjalanan menuju obyek wisata tujuan itinerary. Atau yang membawa serta anak bayi dan balita, perlu dipikirkan berapa banyak camilan bisa dibawa supaya anak bayi dan balita tidak kelaparan.

Selain makanan, obat-obatan pribadi perlu masuk dalam persiapan. Baik melakukan perjalanan sendiri maupun menggunakan jasa agen, obat-obatan ini jadi tanggung jawab pribadi.

Obat anti mabuk, anti masuk angin bagi yang tidak terbiasa dengan perubahan cuaca ekstrim antara Indonesia dengan Eropa. Atau obat-obatan khusus misalnya penderita asma, asam lambung dan sebagainya, bisa membawa untuk berjaga-jaga.

        Asuransi

Asuransi perjalanan sebagai jaminan apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan selama perjalanan. Kecelakaan hingga mengakibatkan kerusakan, kehilangan, ataupun kerugian bisa diklaim untuk dimintakan penggantian jadi Anda tidak rugi.

Asuransi juga jadi salah satu persyaratan pembuatan visa Schengen untuk traveling Eropa.  Namun jangan hanya untuk menggugurkan syarat saja jika membuat asuransi. Anda perlu memikirkan manfaatnya juga.

Pilih premi yang mengcover secara penuh. Mungkin lebih mahal tapi manfaatnya akan sangat besar mengingat biaya kesehatan di Eropa tidak murah. Apabila terjadi resiko kecelakaan dan tidak tercover asuransi, maka pengeluaran Anda akan semakin tinggi.

5.      Jaringan Internet

Checklist kelima adalah jaringan internet supaya komunikasi dan keperluan update sosial media lancar. Jangan lupa untuk membawa javamifi selama traveling Eropa. Anda akan mendapat banyak manfaat seperti:

−        Unlimited quota, Anda bisa memakai jaringan internet selama seharian penuh.

−        Jangkauan hingga 160 negara, terutama Negara-negara Eropa tujuan wisata.

−        Mudah digunakan dan aman, karena mengenkripsi informasi vital seperti nama, identitas kartu kredit maupun debit, paspor dan sebagainya.

−        Bisa terhubung dengan 5 perangkat berbeda sekaligus, hemat untuk traveling Eropa bersama keluarga.

−        Biaya sewa bisa harian dan tidak ada biaya tersembunyi yang akan dikenakan, jadi sangat hemat.

Memaksimalkan keseruan liburan, abadikan dan bagikan momen tersebut ke sosial media menggunakan Global Wifi dari JavaMifi. Segera dapatkan perangkatnya sebelum jadwal keberangkatan. Dipastikan traveling Eropa Anda lebih berkesan.

 

 

 

 

 

Itinerary, Traveling

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *